Pentingnya mengerti parameter 4C / 4C

Pentingnya mengerti parameter 4C / 4C’s

Indah, Berkilau, Langka… setiap berlian punya karakteristiknya sendiri-sendiri, belum banyak orang yang mengerti bagaimana cara membedakan kualitas berlian, bagaimana cara memilih berlian yang tepat, dan bagaimana menilai suatu berlian. Oleh karena itu masih banyak orang yang belum mengerti bagaimana sebuah harga cincin berlian bisa sangat mahal ataupun sangat murah walaupun dengan berat emas yang sama.

 

Hingga pertengahan abad ke-20, tidak ada standar yang disepakati bersama bagaimana menilai berlian. GIA adalah lab pertama yang membuat standart penilaian berlian dan sampai sekarang masih digunakan, dikenal sebagai parameter 4C’s (Color,Clarity,Cut,Carat). parameter 4C’s ini sampai saat ini sangat-sangat membantu semua orang, terutama pelaku bisnis berlian untuk dapat menentukan value dari suatu berlian. Mari kita bahas 1 per 1 tentang parameter 4C’s

 

1. Clarity
Clarity atau kejernihan merupakan standar berlian yang diukur berdasarkan pertimbangan: jumlah mineral pencemar, lokasi pencemar, ukuran pencemar, warna pencemar, dan jenis mineral pencemar yang ada di dalam berlian. Semakin jernin berlian maka harganya akan semakin tinggi.
Ada institusi yang memberikan sertifikat atas kejernihan berlian ini. Institus tersebut adalah The Gemological Institute of America (GIA). Berikut skala kejernihan berlian berdasarkan ukuran GIA:
1. Flawless (tanpa noda)
2. Internal Flawless
3. VVS1
4. VVS2
5. VS1
6. VS2

 

2. Color
Dalam bukunya, Mahardi Paramita yang juga penggagas lembaga sertifikasi berlian di Indonesia, Adamas Gemological Laboratory of Indonesia (AGL) itu menulis, semakin bening suatu berlian semakin tinggi nilainya. Berlian terbaik adalah berlian yang tanpa warna.
Sama seperti clarity, untuk menunjukkan kualitas, warna berlian juga memiliki skala. Semakin besar nilai skala warna, semakin rendah harganya. Tingkat warna berlian yang dikembangkan oleh GIA adalah pada kisaran putih (colorless) sampai kuning, yakni D-F colorless (white); G-J hampir tidak berwarna; K-M kekuning-kuningan; N-R kuning sangat terang; S-Z kuning terang.
Berlian dalam jangkauan skala D-Z memiliki warna normal. Sedangkan warna di luar warna normal misalnya berlian warna kuning, coklat, merah muda, merah, oranye, biru, hijau disebut dengan berlian fancy color.

 

3. Cut
Kesempurnaan cutting atau potongan berlian akan menentukan pantulan sinar dari berlian tersebut. Untuk menguji kualitas cutting-nya, Mahardi menyarankan lihat batu berlian dari atas, sehingga Anda akan melihat pola pantuan sinarnya. Potongan berlian ini sangat menentukan harga berlian. Skala cut yang dibuat oleh GIA adalah: fair, good, very good, ideal dan signature ideal.
Berlian dengan proporsi cutting-an yang baik, akan memberikan kilau warna cemerlang serta kilap cahaya maksimun. Berlian yang dipotong terlalu pendek dan dalam akan kehilangan cahaya pantul dan tidak akan merefleksikan cahaya kembali ke bagian atas berlian. Potongan itulah yang membuat berlian terlihat kusam dan tidak cemerlang.

 

4. Carat
Berlian dijual berdasarkan berat, bukan volume. Berlian ini disebut sebagai karat. Satu karat setara dengan 0,2 gram atau 200 mg. Berlian dengan ukuran karat-karat lebih besar tidak selau berarti lebih baik. Dengan kualitas yang lebih tinggi (dilihat dari cut, clarity dan color), berlian yang lebih kecil mungkin lebih bernilai daripada berlian yang lebih besar tapi kualitasya rendah.
sumber : https://goo.gl/S51pQF

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply